seorang ibu yang kehilangan ibunya.
aku menyaksikan mama berduka atas berpulangnya nenek. disela-sela renungnya yang hening, airmatanya menitik tanpa permisi. bahkan tak memberikan rehat pada keheningan sesaat ditengah keramaian, merasuki ingatannya dan memutar kembali memori kala ibunya masih hidup, kala ia menyisir rambut ibunya, kala ia membersihkan wajah ibunya, kala ia memandikan ibunya, kala ia menyuapi makanan untuk ibunya. seluruhnya terjadi dalam hitungan waktu yang singkat untuk baru saja akan menjadi rutinitas baru, namun lebih dulu berhenti dalam sadar yang terang. dalam prediksi yang sudah dikira-kira.
ia bertutur padaku, mengenai alasannya pulang ke rumah bukan lagi untuk melihat ibunya. kenyataannya ia adalah seorang anak yang kehilangan ibunya, dan aku adalah cucu yang kehilangan neneknya.
Comments
Post a Comment