Kembalikan lindung dan nyamanku

 dan lagi-lagi aku diterjang oleh cemas

yang membuat kebas tangan kiriku

yang membuat sesak sangkar paru-paruku

napas di tenggorokanku dibuat mainan

segenggam ditahan

lalu tiba-tiba dilepas sehingga ia lari terbirit-birit ke paru-paruku

menyesakkan, menggelisahkan


ketakutan ini familiar, yang kala itu pernah membuatku lari

mencari-cari lindung dan nyamanku yang direnggut tanpa izin

bedanya kali ini tak ada lintasan untuk berlari

yang kutemukan malah pelarian pada senandung dan permainan kata

namun aku tau benar kemana untuk kembali

Comments

More